Kamis, 19 Januari 2012

Retorika

Defenisi retorika menurut para ahli

1. Aristoteles Retorika menurut aristoteles terdapat tiga teknis alat persuasi politik. Yaitu deliberatif, porensik, dan demonstratif.
2.Campbel Retorika berarti kesenian untuk berbicara baik yang dicapai berdasarkan bakat alam dan keterampilan teknis.
3.Kaum sofis(gorgias,lysias,phidias) Retorika adalah memberikan suatu kasus lewat bertutur.
4.Hasnah Faizah: Retorika adalah yang mengajarkan tindak dan usaha yang efektif dalam persiapan penataan dan penampilan tutur untuk membina saling pengertian.
5.Socrates: Retorika adalah seni untuk membawakan dengan menyampaikan pengetahuan yang sudah ada secara meyakinkan.
6.Protagores: Retorika adalah kemahiran berbicara bukan demi kemenangan, melainkan demi keindahan bahasa.
7.Asm Romli: Retorika adalah kepandaian berpidato atau berbicara/mempengaruhi pemikiran orang lain
8.Dr. Yusuf Qaradhawi: Retorika adalah bukan hanya persoalan pidato atau percakapan melainkan perilaku dalam kebijakan dalam seluruhan aspek kehidupan manusia.
9.George Camphel: Retorika adalah haruslah diarahkan kepada upaya mencerahkan pemahaman,menyenangkan imajinasi menggeerakkan perasaan dan mempengaruhi kemauan.
10.E.b thicener: Retorika ialah menggunakan rasio dan imajinasi untuk menggerakkan kemauan secara lebih baik.
11.Primi Rohimi: Retorika adalah kemauan seseorang berbicara di depan umum/ publik speaing yaitu bakat bawaan dari lahir dan hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja.
12.Farid Ma’ruf noor: Retorika adalah ucapan untuk menciptakan kesan yang diinginkan dari pendengar.
13.Labels: Retorika adalah mengucapkan kata atau kalimat kepada seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
14.Stpakambon: Retorika adalah sebuah teknik pembujuk rayuan secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicaraan,emosional, atau argumen.
15.Haroed Berrt. 1996: Retorika adalah berusaha agar efektif, setiap orang punya potensi untuk ahli dibidanagnya masing-masing
16.Quintilinaus: Retorika adalah sebagai wadah untuk menguasai manusia.terhapus dari paaanggung politik kuno.
17.Kkennet Burke: Retorika adalah sebuah teknik pembujuk secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicaraan
18.Plato: Retorika adalah seni berkomunikasi secara lisan yang dilakukan oleh seseorang kepada sejumlah orang secara langsung.
19.Marcus Tulilius: Retorika adalah berbicara yng dicapai berdasaakan bakat alam dan talenta keterampilan teknis dan digunakan alam proses komunikasi antar proses manusia.
20.Gaius Julius: Retorika adalah mengucapkan kata atau kalimaat pada seseorang untuk mencapai suaatu tujiuan tertentu.
21.Adhamaski Pangeran: Retorika ada lah sebuah teknik/seni dalam membujuk secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicara,emosional atau argument,dan keterampilan teknis.retorika sering juga di sebut sebagai pidato,karena retorika dapat meningkatkan kualitas eksistensi di tengah tengah orang lain.
22.Kennet Burke(1969): Retorika (dari bahsa yunani orator,teacher )adalah sebuah teknik pembujuk rayuan secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicara,emosional atau argument (logo).
23.Donal C Bryant: Retorika adalah sebagai suatu pembicaraan yang mempersuasi dan memberikan informasi dan memberikan informasi rasionil kepada pihak lain
24.D.Bucket: Retorika adalah seni untuk mengafeksi pihak lain dengan tutur bicara yaitu dengan manifulasi unsureunsure pembicaraan.
25.Corax dan Tissias: Retorika adalah kecakapan berpidato di depan umum.
26.Nurutkeun kaum sofis: Retorika adalah alat untuk memenangkan suatu kasus secara bertutur.
27.St.Agustinus: retorika adalah: “kepandaian berbicara adalah seni yang mencakup segala -gala nya”.
28.Martin Luther berpendapat retorika adalah “siapa yang pandai bicara adalah seorang manusia;sebab berbicara adalah kebijaksanaan dan kebijaksanaan adalah bebicara.
29.Hittle: Ilmu berbicara yang minimal tiga tujuan,yaitu informative (pemberi informasi) rekreatif(hiburan ),fersuasif(ajakan .
30.Retorika adalah memberikan suatu kasus lewat bertutur (menurut kaum sofis yang terdiri dari gorgias,lysias,Phidias,Protagoras dan Socrates akhir abad ke 5 sm.
31.Wilhemus Batlayeri: Retorika adalah seni berkomunikasi secara lisan yang dilakukan oleh seseorang kepada sejumlah orang secara langsung bertatap muka. Oleh karena itu, istilah retorika seringkali disamakan dengan istilah pidato.
32.Cato Senior: retorika adalah suatu gaya/ seni berbicara baik yang dicapai berdasarkan bakat alami (Talenta)dan keterampilan teknis. Dewasa ini retorika diartikan sebagai kesenian untuk berbicara baik yan di pergunakan dalam komunikasi antar manusia.
33.Hoppert dan Prartt 1995: Retorika sebagai bentuk bahasa atau tulisan persuasif yang bertujuan untuk mengendalikan realita guna mempengaruhi audien tertentu.
34.Pramaedya Ananata Toer: Retorika adalah seni berbicara baik yang dicapai berdasarkan bakat alami(talenta) dan keterampilan.
35.Kunstugut Raden Arisbene: Retorika adalah kesenian berbicara berdasarkan bakat alam yang bukan lancar tanpa jalan pikiran yang jelas dan tanpa isi melainkan suatu kemampuan untuk berbicara dan berpidato secara singkat.
36.Albert: Retorika adalah berbicara berarti mengucapkan kata atau kalimat kepada seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
37.Poerwadarminta: Retorika ialah suatu kemampuan untuk untuk berbicara dan berpidato didepan secara jelas, mengesankan, tepat dan waktu yang efektif.
38.Gorgias: dalam retorika perlu menggunakan upaya-upaya stilistika, epitet-epitet penuh hiasan akhir kata penuh ritme dan barsajak yang terdapat pada pidato maupun narasi historis dan argumentasi sandiwara dari euripides.
39.Leontini: retorika adalah sebuah teknik berbicara dimuka umum untuk mendapatkan tujuan yang hendak dicapai.
40.Sudiro Satoto: Retorika merupakan kegiatan manusia membahasakan sesuatu. Dalam mengungkapkan fikiran kepada khalayak ramai.
41.Kenneth Burke: bahwa setiap bentuk-bentuk komunikasi adalah sebuah drama. Kaarenaya seorang pembicara hendaknya mampu'mendramatisir' keadan khalayak.
42.Walter Fisher: bahwa setiap komunikasi adalah bentuk dari cerita(strorytalling). Karenanya, jika kita mampu bercerita esungguhnya kita punya potensi untuk
43.Alumnihmm: Retorika adalah suatu gaya atau seni berbicaara baik yang dicapai berdasarkan bakat alami(talenta) dan keterampilan teknis.
44.Putri Wati: retorika berarti pada empat yang tepat, pada waktu yang tepat, atas cara yang lebih efektif, mengucapkan kata-kata yang tepat, benar dan mengesankan.
45.Cornwell: bahwa dalam melaksanakan retorika harus mengulang hal-hal penting, menyesuaikan diri dengan sikap lawan, bila perlu tidak menyinggung perasan. Retorika sebagai cikal bakal ilmu komunikasi.
46.Socrates adalah demi kebenaran dengan dialog sebagai tekniknya, kerna dengan dialog sebagai tekniknya kebenaran akan timbul dengan sendirinya.
47.KH Dewantara: Retorika dalam artian sempit adalah mengenai bicara, sedangkan pengertian luasnya adalah penggunaan bahasa, bisa lisan maupun tulisan.
48.Roger Bacon: memperkenalkan metode eksperimental, tetapi juga pentingnya pengetahuan tentang proses psikologi dalam studi retorika.ia mengatakan, kewajiban retorika ialah menggunakan imajjinasi untuk menggerakkan kemauan secara lebinh baik.
49.Dr. Rahardi Kunjana P, M.Hum: retorika adalah kesenian untuk berbicara baik yang dicapai berdasarkan bakat alam.
50.Fatruzin: Retorika adalah kesenian untuk berbicara baik yang dipergunakan dalam proses komunikasi antar manusia. Kesenian berbicara ini bukan hanya berbicara secara lancar tanpa jalan fikiran yang jelas dan tanpa isi. Melainkan suatu kemampuan untuk berbicara dan berpidato secara singkat.
51.Putriswit: Retorika adalah suaatu gaya atau seni berbicara baik yang dicapai berdasarkan bakat alami dan keterampilan teknis.
52.Pasto Agus Ulahaiyanan PR: retorika adalah seni barkomuniakasi secara lisan yang dilakukan oleh seseorang kepada sejumlah orang secaara langsung bertatap muka.
53.Muchlisin Pandi: Retorika adalah sebuah teknik pembujuk-rayuan secara persuasi untuk menghasilkan bujukan degan melalui karakter pembicara, emosional atau argumen.
54.Meriam webster 1995: Retorika yaitu penemuan atau anaisis dam pencarian topik pembicaraan,penyusunan bahan pemilihan kata-kata yang tepat sesuai dengan situasi/pelaksanaan berbicara, dan menematkan gagasan kedalam pikiran.
55.Richard: etorika adalah study yang mempelajari kesalahpahaman serta penemuan saran dan penobatannya.
56.Rakhmat 2001: etorika yaitu dianggap sebagai ilmu pidato semata, sekarang funngsi retorika telah mengalami perluasan. Retorika merupakan bidang studi komunikasi yang turut mengembangkan ilmu komunikasi dan ilmu berbicara.
57.P.Dhopri wuwur hendrikus: retorika adalah kecakapan berpidato didepan umum.
58.Lysias: Retorika adalah yang mengajarkan tindak dan usaha yang efektif dalam persiapan penampilan tutur untuk membina saling pengertian dan kerja sama serta kedamaian dalam kehidupan masyarakat.
59.Cristian batistan: Retorika moderen adalah gabungan yang serasi antara pengetahuan, fikiran,kesenian dan kesanggupan berbicara. Ini berarti orang harus dapat berbicara jelas singkat dan efekti sekaigus mengesankan.
60.Korax dan teisios: Retorika adalah alatb yang paling penting untuk mempengaruhi dan menguasai pendengar atau jamaat dan kepandaian berbicara yang merupakan sarana penting untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain.
A. Defenisi  Retorika
Berbicara yang akan dapat meningkatkan kualitas eksistensi (keberadaan) di tengah-tengah orang lain, bukanlah sekadar berbicara, tetapi berbicara yang menarik (atraktif), bernilai informasi (informatif), menghibur (rekreatif), dan berpengaruh (persuasif). Dengan kata lain, manusia mesti berbicara berdasarkan seni berbicara yang dikenal dengan istilah retorika. Retorika adalah seni berkomunikasi secara lisan yang dilakukan oleh seseorang kepada sejumlah orang secara langsung bertatap muka. Oleh karena itu, istilah retorika seringkali disamakan dengan istilah pidato. Agar lebih jelas maka dalam ulasan berikut ini akan didalami secara bersama beberapa pemahaman dasar tentang retorika.
Dalam Bahasa Yunani ῥήτωρ, rhêtôr, orator, teacher) retorika adalah sebuah teknik pembujuk-rayuan secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicara, emosional atau argumen (logo). Plato secara umum memberikan defenisi terhadap retorika  sebagai suatu seni manipulatif yang bersifat transaksional dengan menggunakan lambang untuk mengidentifikasi pembicara dengan pendengar melalui pidato, dan yang dipersuasi saling bekerja sama dalam merumuskan nilai, kepercayaan dan pengharapan mereka. Ini yang dikatakan Kenneth Burke (1969) sebagai substansi dengan penggunaan media oral atau tertulis.
Retorika memberikan suatu kasus lewat bertutur (menurut kaum sofis yang terdiri dari Gorgias, Lysias, Phidias, Protagoras dan Socrates akhir abad ke 5 SM), yang mengajarkan orang tentang keterampilan berbicara dan  menemukan sarana persuasif yang objectif dari suatu kasus. Studi yang mempelajari kesalahpahaman serta penemuan saran dan pengobatannya. Retorika juga mengajarkan  tindak dan usaha yang efektif dalam persiapan, penetaan dan penampilan tutur untuk membina saling pengertian dan kerjasama serta kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam ajaran retorika Aristoteles, terdapat tiga teknis alat persuasi (mempengaruhi) politik yaitu deliberatif, forensik dan demonstratif. Retorika deliberatif memfokuskan diri pada apa yang akan terjadi dikemudian bila diterapkan sebuah kebijakan saat sekarang. Retorika forensik lebih memfokuskan pada sifat yuridis dan berfokus pada apa yang terjadi pada masa lalu untuk menunjukkan bersalah atau tidak, pertanggungjawaban atau ganjaran. Retorika demonstartif memfokuskan pada wacana memuji dengan tujuan memperkuat sifat baik atau sifat buruk seseorang, lembaga maupun gagasan.
B. Tujuan Retorika
Tujuan retorika adalah persuasi, yang dimaksudkan dalam persuasi dalam hubungan ini adalah yakinnya pendengar akan kebenaran gagasan hal yang dibicarakan pembicara. Artinya bahwa tujuan retorika adalah membina saling pengertian yang mengembangkan kerjasama dalam menumbuhkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat lewat kegiatan bertutur.
C. Fungsi Retorika
Membimbing penutur mengambil keputusan yang tepat.
Membimbing penutur secara lebih baik memahami masalah kejiwaan manusia pada umumnya dan kejiwaan penanggap tutur yang akan dan sedang dihadapi.
Membimbing penutur menemukan ulasan yang baik.
Membimbing penutur mempertahankan diri serta mempertahankan kebenaran dengan alasan yang masuk akal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar